Lurah Sri Meranti Dorong Edukasi Warga Lewat PKL Mahasiswa Keperawatan Universitas Riau

 


Pekanbaru, Topriaunews.com - Pemerintah Kelurahan Sri Meranti menempatkan edukasi masyarakat sebagai inti pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Universitas Riau, khususnya dari Fakultas Keperawatan Program Studi Ners. Penekanan tersebut disampaikan dalam kegiatan serah terima mahasiswa PKL yang digelar di Kantor Kelurahan Sri Meranti, Senin, 2 Februari 2026.


Kegiatan ini menandai dimulainya pendampingan mahasiswa di tengah masyarakat Kelurahan Sri Meranti. Kelurahan ini secara konsisten menjadi lokasi praktik lapangan mahasiswa setiap tahun, dengan fokus pada isu-isu kesehatan dasar dan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.



Lurah Sri Meranti, Irhamdi, S.STP., M.Si, mengatakan kehadiran mahasiswa harus dimaknai sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat, bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik.



“Edukasi masyarakat adalah tujuan utama. Mahasiswa harus hadir untuk mendorong perubahan perilaku warga, terutama dalam membangun pola hidup bersih dan sehat,” kata Irhamdi.



Ia menjelaskan, materi edukasi yang perlu ditekankan meliputi pencegahan stunting, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD), serta kesadaran menjaga kebersihan lingkungan permukiman.


Menurut Irhamdi, persoalan kesehatan di tingkat kelurahan kerap berakar pada kebiasaan sehari-hari masyarakat. Karena itu, pendekatan edukatif yang dilakukan secara langsung di lingkungan warga dinilai lebih efektif dibandingkan sosialisasi formal yang bersifat satu arah.



Dalam arahannya, Irhamdi juga menyebut keberadaan Lembaga Pemungutan Sampah (LPS) yang dibentuk oleh Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai instrumen pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan lembaga tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman dan partisipasi aktif warga.


“Lembaganya ada, aturannya ada. Tapi yang menentukan berhasil atau tidaknya adalah kesadaran masyarakat. Di sinilah peran edukasi menjadi sangat penting,” ujarnya.


Ia menilai perubahan perilaku sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, memiliki dampak langsung terhadap kualitas kesehatan warga. Lingkungan yang bersih, kata dia, merupakan prasyarat dasar bagi kampung yang sehat.


Selain edukasi individual dan keluarga, Irhamdi juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali praktik gotong royong sebagai modal sosial masyarakat kampung. Gotong royong dinilai tidak hanya relevan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial antarwarga.


Pemerintah Kelurahan Sri Meranti berharap kegiatan PKL ini dapat memberi manfaat timbal balik. Bagi mahasiswa, praktik lapangan menjadi ruang belajar untuk memahami realitas sosial masyarakat. Bagi warga, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa kesehatan tidak terlepas dari lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari.


Irhamdi menegaskan pembangunan kampung yang sehat dan bersih tidak dapat dicapai melalui pendekatan struktural semata, melainkan membutuhkan proses edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat.


“Kesadaran warga adalah fondasi utama. Dari situ, kebaikan kampung bisa tumbuh dan dijaga bersama,” tutupnya.

Post a Comment

أحدث أقدم