Kesalahpahaman di SPBU Pangkalan Kerinci Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Pihak SPBU dan Wartawan Sepakat Berdamai

 


PEKANBARU, Topriaunews.com - Setelah sempat menjadi perbincangan publik, insiden yang terjadi di SPBU 14.284.633 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Selasa, 19 Agustus 2025, akhirnya diselesaikan secara damai. 


Pertemuan mediasi yang dihadiri oleh perwakilan manajemen SPBU dan sejumlah wartawan terkait telah berhasil meluruskan duduk perkara dan mencapai kesepakatan perdamaian.


Dalam pertemuan yang berlangsung di Pekanbaru pada Kamis, 28 Agustus 2025, kedua belah pihak sepakat bahwa insiden yang sempat viral tersebut bermula dari kesalahpahaman. 


Pihak manajemen SPBU Pangkalan Kerinci dengan tegas membantah isu yang menyebutkan mereka menyewa preman untuk mengintimidasi atau melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan. 


Insiden yang terjadi malam itu merupakan selisih paham yang berkembang menjadi ketegangan antar kedua belah pihak.


"Kami menyambut baik inisiatif pertemuan ini dan bersyukur masalah ini bisa diselesaikan dengan damai. Kami tegaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan apalagi niat untuk menyakiti teman-teman wartawan. Kejadian itu murni karena kesalahpahaman komunikasi," ujar perwakilan manajemen SPBU.


Senada dengan itu, perwakilan dari pihak wartawan juga mengapresiasi itikad baik dari manajemen SPBU untuk bertemu dan menjelaskan duduk perkara. "Kami melihat itikad baik dari pihak SPBU. Setelah mendengar langsung penjelasan mereka, kami memahami bahwa insiden ini hanya miskomunikasi yang tidak disengaja. Oleh karena itu, kami sepakat untuk mencabut semua pemberitaan yang provokatif dan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," jelas salah seorang wartawan.


Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap agar tidak ada lagi spekulasi atau pemberitaan yang merugikan. Rilis pers ini sekaligus menjadi klarifikasi resmi atas kejadian tersebut, menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dirugikan dan masalah ini telah tuntas secara damai. Kedua pihak berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga dalam menjaga komunikasi dan etika profesionalisme di masa mendatang.

Post a Comment

أحدث أقدم