Ribuan Warga Pekanbaru Terpukau Penampilan Marching Band Lapas Perempuan Pekanbaru Kanwil Kemenkumham Riau di Pembukaan MTQ ke-56

 



Pekanbaru, Topriaunews.com 

Ribuan masyarakat Kota Pekanbaru dibuat terpukau dengan penampilan memukau Marching Band Bahana Cantika Laperru dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pekanbaru pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-56 tingkat Kota Pekanbaru, Sabtu (24/02/2024) malam bertempat di Lapangan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru.


Berbalut kostum berwarna cerah dan energik, 64 orang warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru membawakan berbagai lagu dengan penuh semangat dan kekompakan. Penampilan mereka mampu mengundang decak kagum dan tepuk tangan meriah dari para penonton. Bahkan tamu undangan yang terdiri dari Pj. Walikota Pekanbaru Muflihun beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda Kota Pekanbaru memberikan applause seakan tak percaya bahwa penampilan marching band ini merupakan penampilan dari warga binaan yang terkurung oleh pagar tinggi dan jeruji.


Penampilan Marching Band Bahana Cantika Laperru dari Lapas Perempuan Pekanbaru ini juga sebagai pengiring saat defile (iring – iringan atau arak -arakan) Kafilah dari 15 Kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru. MTQ ke-56 Tingkat Kota Pekanbaru yang bertemakan “Kita wujudkan masyarakat yang religius untuk Pekanbaru bergerak, tumbuh dan bermarwah” ini diikuti oleh 594 orang peserta dengan 9 cabang perlombaan di 8 tempat.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Budi Argap Situngkir didampingi Kepala Divisi Administrasi Johan Manurung menyampaikan ungkapan bangganya atas penampilan luar biasa dari warga binaan dibawah binaan Kepala Lapas Lapas Perempuan Pekanbaru, Desi Andriyani.


“Alhamdulillah penampilan warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru malam ini sangat memukau. Ini merupakan bukti bahwa pembinaan kepribadian dan keterampilan telah berjalan dengan baik di Lapas Perempuan Pekanbaru,” ujar Budi Argap Situngkir.


“Kami berharap dengan penampilan ini, masyarakat dapat melihat bahwa warga binaan memiliki potensi yang dapat dikembangkan dan layak mendapatkan kesempatan kedua. Semoga dengan pembinaan yang baik dan dukungan dari masyarakat mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Penampilan ini adalah bukti bahwa tembok penjara bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi,” pungkas Budi Argap.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama